Eks Kabag Hukum Pemkab Sumenep Disebut Markus Pejabat

- Editorial Team

Minggu, 4 Oktober 2026 - 22:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WT, Eks Kabag Hukum Pemkab Sumenep dikabarkan jadi markus sejumlah pejabat teras.

WT, Eks Kabag Hukum Pemkab Sumenep dikabarkan jadi markus sejumlah pejabat teras.

inSuara.id – Kabar tidak sedap mengenai adanya markus alias makelar kasus yang sempat menjerat beberapa pejabat Kota Keris, menerpa jajaran Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep (Setdakab), tepatnya Bagian Hukum.

Diketahui, tidak sedikit laporan maupun pengaduan masyarakat (Dumas) mengenai dugaan tindak pidana korupsi maupun mengenai penyalahgunaan jabatan para pejabat yang masuk ke meja Pidsus Kejaksaan Negeri maupun Pidkor Polresta Sumenep.

Kendati begitu, baik laporan dan Dumas yang dilayangkan tersebut, seringkali seolah menguap begitu saja tanpa bekas. Informasi mengenai adanya peran markus yang kala itu menjabat di Bagian Hukum Setdakab Sumenep pun muncul.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penuturan awal mengenai peran markus di tubuh Pemkab Sumenep, disampaikan salah seorang Anggota Polresta Sumenep yang pernah menduduki kursi penting di Pidkor Polresta Sumenep, sebut saja dia dengan panggilan Amir.

Baca Juga:  Diduga Terima Sejuta, Polsek Sapudi Lepas Motor STNK-an Gres yang Sebelumnya Ditahan

Narasumber dari internal Polresta Sumenep itu menuturkan, apabila ada laporan tentang pejabat Kota Keris, dipastikan yang akan membuka komunikasi awal adalah pria berinisial WT yang  pernah lama menjabat sebagai Kepala Bagian Hukum Setdakab.

“Biasanya WT itu yang kemudian menghubungi terlapor dan langsung meminta nominal sekian-sekiannya yang diperlukan untuk meredam atau juga menutup laporan yang masuk,” beber Budi. Minggu (03/10/26).

Padahal, lanjut Amir, hal itu bukan lah permintaan dari mereka. “Jadi murni inisiatif Kabag Hukum Setdakab Sumenep itu. Nah, kita sebagai mitra juga acapkali mempertimbangkan dan mengedepankan kekondusifian,” ungkapnya.

Baca Juga:  Sita Miras di Tempat Hiburan yang Tutup, Satreskoba Polresta Sumenep Dinilai Garing

Pengakuan serupa juga diutarakan Tono (nama samaran) salah seorang personel Korps Adhyaksa yang juga pernah berkomunikasi dengan WT. “Seingat saya waktu itu laporan mengenai Dinkes,” ucapnya.

Di tempat berbeda, apa yang diungkap Amir dan Tono, kemudian seperti mendapat penegasan dari eks Kabid di Dinas Pendidikan Kota Keris yang sekarang sudah mendiami dinas lainnya, saat ia dilaporkan ke Polresta Sumenep.

“Saya melihatnya sebagai bantuan yang memang disediakan oleh Pemkab melalui Bagian Hukum, yang mana biayanya, ya, harus kita tanggung sendiri. Jadi saya tidak menilainya sebagai markus,” celoteh ED, inisial pria dengan jabatan Kabid itu.

Mengenai jumlah uang yang  diminta WT guna menutup kasusnya, ED menolak untuk  menyebut pasti. “Tidak sampai ratusan, tetapi hampir mendekati lah,” katanya yang terlihat agak ragu-ragu berbicara.

Baca Juga:  China's Growing Influence in International Politics: Implications for the World Order

Namun tanpa diduga, sejurus berikutnya ED lalu menunjukkan bukti obrolannya dengan HW, mantan Kabag Hukum Pemkab Sumenep yang masih tersimpan rapi dalam selulernya. “Sengaja saya simpan barangkali suatu saat diperlukan,” ujarnya.

Menurut ED, sempat juga tercetus ide dari rekan-rekan yang senasib dengannya untuk melaporkan tindakan HW. Tetapi ia menambahkan jika memang akan mengambil langkah hukum, hal itu harus didasari atas keputusan bersama.

Sementara WT, mantan Kabag Hukum Setdakab Sumenep yang dituding kerap berganti baju menjadi markus di dalam persoalan hukum sejumlah pejabat, membantah. “Tidak benar,” dalihnya singkat.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel insuara.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gunung Sampan Situbondo Diduga Masih Jadi Sarang Maksiat, Nama Ketua RT Mencuat
Setelah Mobil Bekas, Ipung Bocah Sakti Disebut Produksi Rokok Ilegal
Ngaku Berhubungan dengan Slamet Ariyadi dan Tipu Investasi Dapur MBG, Perempuan Ini Dipolisikan
Sita Miras di Tempat Hiburan yang Tutup, Satreskoba Polresta Sumenep Dinilai Garing
Mr Ball Terkesan Menantang, Apakah PCNU Sumenep Akan Bertindak?
Tidak Segan Proses Anggota Bermasalah, AJS Apresiasi Kapolresta Sumenep
Tokoh Pemuda Pulau Sapudi Dukung Perubahan Nama Menjadi Kabupaten Kepulauan Sumenep
Modus Potong Kabel Kontak, Pelaku Curat Diciduk Satreskrim Polres Sampang

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:42 WIB

Gunung Sampan Situbondo Diduga Masih Jadi Sarang Maksiat, Nama Ketua RT Mencuat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Setelah Mobil Bekas, Ipung Bocah Sakti Disebut Produksi Rokok Ilegal

Minggu, 4 Oktober 2026 - 22:16 WIB

Eks Kabag Hukum Pemkab Sumenep Disebut Markus Pejabat

Senin, 7 September 2026 - 11:55 WIB

Sita Miras di Tempat Hiburan yang Tutup, Satreskoba Polresta Sumenep Dinilai Garing

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:58 WIB

Mr Ball Terkesan Menantang, Apakah PCNU Sumenep Akan Bertindak?

Berita Terbaru

MH Said Abdullah salurkan bantuan tumah tidak layak tinggal untuk warga Pulau Raas.

Nasional

Bantuan MH Said Abdullah Sentuh Warga Pulau Raas

Minggu, 18 Okt 2026 - 18:36 WIB

WT, Eks Kabag Hukum Pemkab Sumenep dikabarkan jadi markus sejumlah pejabat teras.

Daerah

Eks Kabag Hukum Pemkab Sumenep Disebut Markus Pejabat

Minggu, 4 Okt 2026 - 22:16 WIB

Fauzi AS : Surat AI Pada Presiden dan Menhan.

Opini

Surat AI Pada Presiden dan Menhan

Kamis, 1 Okt 2026 - 18:29 WIB